Kisah Jenazah Bercahaya Karena Istiqomah Bersholawat

Dai muda Nahdlatul Ulama (NU), Habib Ahmad bin Hasan Alaydrus dalam sebuah ceramah yang dikutip dari channel YouTube-nya, mengisahkan seorang hamba yang meninggal dalam keadaan jenazahnya mengeluarkan cahaya.

Dalam ceritanya ia mengisahkan seorang ulama sekaligus sufi bernama Abu Bakar Dalf ibnu Jasdar Asy-Syibli yang ingin berangkat haji. Ia menyertakan beberapa muridnya dalam ibadah haji tersebut.

Namun, di pertengahan jalan, salah satu muridnya meninggal dunia. Bersedihlah Asy-Syibli. Selepas itu, ia langsung mengurusi jenazah dari muridnya, dan seketika terkejut karena melihat tubuhnya yang mendadak menjadi gelap seluruhnya.

“Yang membuat takjub, jenazah muridnya tersebut mendadak bersinar mengeluarkan cahaya terang. Tak menemukan arti dari peristiwa tersebut, ulama ini melanjutkan ritual hingga pada proses pemakaman,” tutur pimpinan Majelis Al-Murtadha ini.

Ia pun melanjutkan perjalanan hajinya hingga sampai pada waktu malam, yakni waktu untuk beristirahat. Di tengah tidurnya, ia dihadapkan pada sebuah mimpi, di mana dalam mimpinya itu ia didatangi muridnya yang telah wafat.

“Wahai muridku, tadi saat saya memandikan jasadmu, jasadmu berubah jadi gelap. Tapi tak lama berubah lagi jadi terang benderang, ada apa?,” tanya ulama tersebut.

Kemudian muridnya itu pun menjawab, “Ketika nyawa saya dicabut, dosa-dosa saya terlihat maka seketika badan saya menjadi gelap. Namun tak lama, saya melihat satu sosok cahaya yang begitu indah dan terang benderang mendatangi saya, membawa cawan air.

Kemudian saya diberitahu bahwa sosok cahaya tersebut ialah Baginda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Saya melihat beliau memercikkan air dari cawan yang dibawanya itu ke tubuh saya. Setelah itu, saya dikenakan pakaian ahli surga, dan saya disematkan mahkota serta cincin dengan tulisan yang maknanya ‘Inilah ganjaran bagi orang yang senantiasa bershalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ dan keluarga beliau ’.”

Masih berlanjut dalam mimpinya, murid itu menjelaskan bahwa dirinya penuh dengan dosa, namun sholawat-sholawat yang senantiasa ia senandungkan setiap hari menjadi penolong baginya saat ia meninggal dunia.

“Semua sholawat-sholawat itu kembali lagi kepadaku dalam bentuk syafaat (dari Nabi Muhammad ﷺ ).” lanjutnya. Sehingga ia menjadi selamat dari siksaan akhirat.

Terbangun dari mimpinya, ulama itupun mengambil kesimpulan dan berpesan bahwa sholawat kepada Nabi Muhammad ﷺ jangan pernah dilewatkan, karenanya hal tersebut dapat menjadi penghapus bagi dosa-dosa kita.

Biasakanlah untuk melafalkan sholawat Nabi, setidaknya yang biasa disebutkan dalam bacaan sholat kita,

” Allahumma sholli ‘ala Sayyidina Muhammad, wa ‘ala aali Sayyidina Muhammad,”

ucap beliau Habib Ahmad

MAKA MARILAH KITA SELALU ISTIQOMAH DAN MEMPERBANYAK MEMBACA SHOLAWAT DI SETIAP HARI KITA JANGAN KURANG DARI 1.000 KALI SHOLAWAT

ALLAHUMMA SHOLLI A’LA SAYYIDINA MUHAMMAD WA A’LA ALI SAYYIDINA MUHAMMAD

ATAU SHOLAWAT YANG LAINNYA

SEMOGA KITA DAPAT BERKAH DARI RASULULLAH ﷺ BERKAH DARI PARA WALI2 ALLAH BERKAH DARI ORANG2 SHOLIH
SEMOGA HATI KITA DI BERSIHKAN OLEH ALLAH DARI PENYAKIT2 HATI
DI BERI KESEHATAN LAHIR DAN BATIN KITA
DI BERI KEBAHAGIAN KESELAMATAN DAN PERLINDUNGAN DI DUNIA SAMPAI AKHIRAT DAN SEMOGA KITA DI BERI CHUSNUL KHOTIMAH OLEH ALLAH SWT.

ALHAMDULILLAH……
BAROKALLAHU LANA FI HAYATINA WA FI AMWATINA WA FI U’MRINA WA FI I’LMINA WA FI AMWALINA WA FIDDUN YANA ILAL AKHIROTINA

آمين…… يا الله…….

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد في اﻷولين واﻷخرين وفي المﻵء اﻷعلى الي يوم الدين

Related posts

Leave a Comment