Di kisahkan bahwa Amir Madinah bershalawat Kepada Nabi
Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam sebanyak 4000 kali tiap hari
tanpa sepengetahuan siapapun, kecuali Allah.
Suatu malam ada seorang wanita miskin melahirkan anak.
Ia begitu miskin hingga tak mampu membeli lampu maupun
minyak bayi. Hal ini membuat suaminya sangat sedih.
Dalam kesedihannya itu, ia tertidur dan bermimpi bertemu
Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam.
“Pergi dan temuilah Amir Madinah. Katakan bahwa Nabi
memerintahkannya untuk menanggung biaya sebesar 100
dinar. Tanda kebenaran berita ini adalah bacaan
shalawatnya di depan jendela kuburku sebanyak 4000 kali
tiap hari,” perintah Nabi Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam
dalam mimpi.
Lelaki itu lalu menemui seorang Syeikh dan menceritakan
mimpinya. Mereka lalu sepakat untuk pergi ke rumah Sang
Amir Madinah. Setelah keduanya duduk di hadapan Amir
Madinah, Sang Syeikh berkata, “Lelaki ini bermimpi
tentangmu, dengarkanlah ceritanya.” “Ceritakanlah
mimpimu,” kata Amir Madinah.
Lelaki miskin itu kemudian menceritakan mimpinya.
“Mimpi mu benar. Aku bersedia menanggung biaya yang di
tetapkan Nabi Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam,” kata Amir
Madinah.
Ia lalu bangkit mengambil 100 dinar, “Ini biaya yang
harus ku tanggung.”
Ia kemudian memberikan 100 dinar lagi, “Ini Hadiah untuk
kabar gembira yang kau bawa, yaitu di terimanya
shalawatku oleh Nabi Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam.”
Ia menyerahkan 100 dinar lagi. “Ambillah ini,
belanjakanlah untuk keperluan keluargamu dan bayi yang
baru lahir,” kata sang Amir.
Perhatikanlah keikhlasan Amir Madinah dalam beribadah.
Ia bershalawat kepada Nabi Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam,
Nabi Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam merasa senang dan
memberinya kabar gembila di dunia.
Sedangkan kita, mengapa jika kita bershalawat atau
bersedekah tidak melihat tanda-tanda pengabulan dari
Allah Subhanahu Wa Ta’ala. MENGAPA?
Aku tidak melihat sebab lain, kecuali tebalnya hijab,
karena kita melakukan hal – hal yang tidak pantas. Yaitu
hal – hal yang menjauhkan kita dari Allah Subhanahu Wa
Ta’ala…
Sumber Buku Habib Muhammad Bin Hadi Asseqaf





