{"id":989,"date":"2020-07-07T01:17:17","date_gmt":"2020-07-07T01:17:17","guid":{"rendered":"http:\/\/campsholawat.com\/?p=989"},"modified":"2020-07-07T01:17:18","modified_gmt":"2020-07-07T01:17:18","slug":"sholawat-yang-diterima","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/campsholawat.com\/artikel\/sholawat-yang-diterima\/","title":{"rendered":"SHOLAWAT YANG DITERIMA"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\nDi kisahkan bahwa Amir Madinah bershalawat Kepada Nabi \n      Shallahu \u2018Alaihi Wa Sallam sebanyak 4000 kali tiap hari \n      tanpa sepengetahuan siapapun, kecuali Allah.<br>\n\n\nSuatu malam ada seorang wanita miskin melahirkan anak. \n      Ia begitu miskin hingga tak mampu membeli lampu maupun \n      minyak bayi. Hal ini membuat suaminya sangat sedih. \n      Dalam kesedihannya itu, ia tertidur dan bermimpi bertemu \n      Rasulullah Shallahu \u2018Alaihi Wa Sallam.<br>\n\n\n\u201cPergi dan temuilah Amir Madinah. Katakan bahwa Nabi \n      memerintahkannya untuk menanggung biaya sebesar 100 \n      dinar. Tanda kebenaran berita ini adalah bacaan \n      shalawatnya di depan jendela kuburku sebanyak 4000 kali \n      tiap hari,\u201d perintah Nabi Shallahu \u2018Alaihi Wa Sallam \n      dalam mimpi.\n\nLelaki itu lalu menemui seorang Syeikh dan menceritakan \n      mimpinya. Mereka lalu sepakat untuk pergi ke rumah Sang \n      Amir Madinah. Setelah keduanya duduk di hadapan Amir \n      Madinah, Sang Syeikh berkata, \u201cLelaki ini bermimpi \n      tentangmu, dengarkanlah ceritanya.\u201d \u201cCeritakanlah \n      mimpimu,\u201d kata Amir Madinah.<br>\n\n\nLelaki miskin itu kemudian menceritakan mimpinya.\n\n\u201cMimpi mu benar. Aku bersedia menanggung biaya yang di \n      tetapkan Nabi Shallahu \u2018Alaihi Wa Sallam,\u201d kata Amir \n      Madinah.\n\nIa lalu bangkit mengambil 100 dinar, \u201cIni biaya yang \n      harus ku tanggung.\u201d\n\nIa kemudian memberikan 100 dinar lagi, \u201cIni Hadiah untuk \n      kabar gembira yang kau bawa, yaitu di terimanya \n      shalawatku oleh Nabi Shallahu \u2018Alaihi Wa Sallam.\u201d\n\nIa menyerahkan 100 dinar lagi. \u201cAmbillah ini, \n      belanjakanlah untuk keperluan keluargamu dan bayi yang \n      baru lahir,\u201d kata sang Amir.<br>\n\n\nPerhatikanlah keikhlasan Amir Madinah dalam beribadah. \n      Ia bershalawat kepada Nabi Shallahu \u2018Alaihi Wa Sallam, \n      Nabi Shallahu \u2018Alaihi Wa Sallam merasa senang dan \n      memberinya kabar gembila di dunia.<br>\n\n\nSedangkan kita, mengapa jika kita bershalawat atau \n      bersedekah tidak melihat tanda-tanda pengabulan dari \n      Allah Subhanahu Wa Ta\u2019ala. MENGAPA?\n\nAku tidak melihat sebab lain, kecuali tebalnya hijab, \n      karena kita melakukan hal \u2013 hal yang tidak pantas. Yaitu \n      hal \u2013 hal yang menjauhkan kita dari Allah Subhanahu Wa \n      Ta\u2019ala\u2026<br><br><em>Sumber Buku Habib Muhammad Bin Hadi Asseqaf<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di kisahkan bahwa Amir Madinah bershalawat Kepada Nabi Shallahu \u2018Alaihi Wa Sallam sebanyak 4000 kali tiap hari tanpa sepengetahuan siapapun, kecuali Allah. Suatu malam ada seorang wanita miskin melahirkan anak. Ia begitu miskin hingga tak mampu membeli lampu maupun minyak bayi. Hal ini membuat suaminya sangat sedih. Dalam kesedihannya itu, ia tertidur dan bermimpi bertemu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":990,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-989","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kisah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/campsholawat.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/989","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/campsholawat.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/campsholawat.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/campsholawat.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/campsholawat.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=989"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/campsholawat.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/989\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":991,"href":"https:\/\/campsholawat.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/989\/revisions\/991"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/campsholawat.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/990"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/campsholawat.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=989"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/campsholawat.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=989"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/campsholawat.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=989"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}