{"id":986,"date":"2020-07-07T01:13:39","date_gmt":"2020-07-07T01:13:39","guid":{"rendered":"http:\/\/campsholawat.com\/?p=986"},"modified":"2020-07-07T01:13:40","modified_gmt":"2020-07-07T01:13:40","slug":"sholawat-memberikan-pertolongan-kisah-sufyan-ats-tsauri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/campsholawat.com\/artikel\/sholawat-memberikan-pertolongan-kisah-sufyan-ats-tsauri\/","title":{"rendered":"Sholawat memberikan Pertolongan (Kisah Sufyan ats Tsauri)"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\nAda sebuah cerita, bahwasanya ulama besar Sufyan ats \n       Tsauri sedang thawaf mengelilingi ka\u2019bah dan melihat \n       seseorang yang setiap kali mengangkat kaki dan \n       menurunkannya senantiasa membaca Sholawat atas nabi. \n       Sufyan bertanya: \u201cSesungguhnya engkau telah telah \n       tinggalkan tasbih dan tahlil, sedang engkau hanya \n       melakukan Sholawat atas Nabi.&nbsp;<br><br>\nApakah ada bagimu \n       landasan yang khusus? Orang itu menjawab: \u201cSiapakah \n       engkau? Semoga Allah mengampunimu. Sufyan menjawab: \n       \u201cSaya adalah sufyan ats tsauri\u201d. Orang itu berkata: \n       \u201cseandainya kamu bukanlah orang yang istimewa di \n       masamu ini niscaya saya tidak akan memberitahukan \n       masalah ini dan menunjukkan rahasiaku ini\u201d.&nbsp;<br><br>\n       Kemudian orang itu berkata kepada sufyan: \u201csewaktu \n       saya mengerjakan haji bersama ayahku, dan ketika \n       berada di dekat kepalanya ayahku meninggal dan \n       mukanya tampak hitam, lalu saya mengucapkan \u201cinnalillah \n       wa inna ilahi rajiun\u201d dan saya menutup mukanya \n       dengan kain. Kemudian saya tertidur dan bermimpi, \n       dimana saya melihat ada orang yang sangat tampan, \n       sangat bersih dan mengusap muka ayahku, lalu muka \n       ayahku itu langsung berubah menjadi putih. Saat \n       orang yang tampan itu akan pergi, lantas saya pegang \n       pakaiannya sambil bertanya: \u201cwahai hamba Allah \n       siapakah engkau?&nbsp;<br><br>\nBagaimana lantaran kamu Allah \n       menjadikan muka ayahku itu langsung berubah menjadi \n       putih di tempat yang istimewa ini?. Orang itu \n       menjawab: \u201capakah kamu tidak mengenal aku? Aku \n       adalah Muhammad bin Abdullah yang membawa al-Quran. \n       Sesungguhnya ayahmu itu termasuk orang yang \n       melampaui batas (banyak dosanya) akan tetapi ia \n       banyak membaca Sholawat atasku. Ketika ia berada \n       dalam suasana yang demikian, ia meminta pertolongan \n       kepadaku, maka akupun memberi pertolongan kepadanya, \n       karena aku suka memberi pertolongan kepada orang \n       yang banyak memperbanyak Sholawat atasku\u201d. Setelah \n       itu saya terbangun dari tidur, dan saya lihat muka \n       ayahku berubah menjadi putih.&nbsp;<br><br><em>(Dari Kitab: Tanbihun \n       Ghofilin, as-Samarqhondi, hal: 261)<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada sebuah cerita, bahwasanya ulama besar Sufyan ats Tsauri sedang thawaf mengelilingi ka\u2019bah dan melihat seseorang yang setiap kali mengangkat kaki dan menurunkannya senantiasa membaca Sholawat atas nabi. Sufyan bertanya: \u201cSesungguhnya engkau telah telah tinggalkan tasbih dan tahlil, sedang engkau hanya melakukan Sholawat atas Nabi.&nbsp; Apakah ada bagimu landasan yang khusus? Orang itu menjawab: \u201cSiapakah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":987,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-986","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kisah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/campsholawat.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/986","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/campsholawat.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/campsholawat.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/campsholawat.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/campsholawat.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=986"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/campsholawat.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/986\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":988,"href":"https:\/\/campsholawat.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/986\/revisions\/988"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/campsholawat.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/987"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/campsholawat.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=986"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/campsholawat.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=986"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/campsholawat.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=986"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}