{"id":1004,"date":"2022-09-17T01:33:40","date_gmt":"2022-09-17T01:33:40","guid":{"rendered":"http:\/\/campsholawat.com\/?p=1004"},"modified":"2022-09-18T10:08:34","modified_gmt":"2022-09-18T10:08:34","slug":"sungguh-jarang-mengetahui-keutamaan-sholawat-kepada-nabi-saw","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/campsholawat.com\/artikel\/sungguh-jarang-mengetahui-keutamaan-sholawat-kepada-nabi-saw\/","title":{"rendered":"Sungguh Jarang mengetahui keutamaan Sholawat kepada Nabi SAW"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"> Sholawat adalah bentuk jamak dari kata &#8220;Salla&#8221; atau  &#8220;Salat&#8221; yang dapat diartikan sebagai suatu Do&#8217;a, Keberkahan, Kemuliaan,  Kesejahteraan, dan Ibadah.&nbsp; Dan arti shalawat dapat dilihat dari segi  Asbabul nuzulnya dan sholawat dibagi menjadi dua bagian yaitu : Sholawat  Matsuroh dan Sholawat Ghairo Matsuroh. <br> Pertama : Sholawat Matsuroh Sholawat yang diriwayatkan langsung oleh Nabi Muhammad Saw.<br> Kedua : Sholawat Ghoiro MatsurohSholawat yang  dikarang oleh para sahabat Rasul, para istri serta putra Rasul, para  habaib, para ulama, para sholihin, para syuhada, dll. Keabsahan Sholawat Ghoiro Matsurah adalah syah di karenakan pada lafadz &#8220;Shollu\u2018alaihi wasalimu tasliman&#8221; Pada Surat Al\u2019Ahzab dalam Al-Quran ayat 56 yang di  tafsirkan sebagai kalimah &#8220;Du\u2019a ikum&#8221;, yaitu mendo&#8217;akan kepada  Rasulullah Saw, dan seruan untuk bersholawat terdapat dalam Al-Qur&#8217;an.  <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagaimana Firman Allah Swt : &nbsp;\u201cSesungguhnya Allah dan  malaikat-malaikatNya besholawat kepada nabi Muhammad. Hai orang-orang  yang beriman, bersholawatlah kamu sekalian kepada nabi dan ucapkanlah  salam penghormatan kepadanya.&#8221;(QS.Al-Ahzab : 65). Jika kita lihat di berbagai Tafsir Al-Quran sudah  sangat jelas sekali setiap muslim di wajibkan untuk bersholawat, karena  di dalam &nbsp;Al-Quran dan Al-Hadist tidak ada ayat ataupun hadist yang  melarang atau membid\u2019ahkan prihal sholawat, bahkan menyuruh setiap  orang-orang yang beriman untuk bersholawat kepada para nabi.&nbsp; <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rasulullah Saw telah bersabda bahwa \u201c &nbsp;Malaikat  Jibril, Mikail, Israfil dan Izrail telah berkata kepadaku \u201c . Berkata  Jibril As : \u201c Wahai Rasulullah barang siapa yang membaca sholawat  keatasmu tiap-tiap hari sebanyak sepuluh kali, maka akan saya bimbing  tangannya dan akan saya bawa dia melintasi titian seperti kilat  menyambar.\u201d. &nbsp; Berkata pula Mikail As : \u201c Mereka yang bersholawat keatas kamu akan aku beri mereka itu minum dari telagamu.\u201d. &nbsp; Berkata pula Isrofil As : \u201c Mereka yang bersholawat  kepadamu akan aku sujud kepada Allah Swt dan aku tidak akan mengangkat  kepalaku sehingga Allah mengampuni orang itu ( yang bershalawat). \u201d Malaikat Izrail As pula berkata : \u201c Bagi mereka  yang bersholawat ke atasmu, akan aku cabut ruh mereka itu dengan  selembut-lembutnya seperti aku mencabut ruh para nabi-nabi.\u201d Mengenai  dasar bacaan Shalawat Nabi itu harus di ucapkan, di baca, di dzikirkan  oleh setiap muslim dan orang mukmin di mana saja dan dalam keadaan  apapun. Dalam keadaan berdoa isi bacaan doa itu harus ada bacaan  shalawat atas Nabi yang dapat di baca, di awal, atau di pertengahan dan  dan bahkan di akhir bacaan sholawat tersebut. Jika tidak maka doa  tersebut akan tertahan diantara langit dan bumi serta tiada naik barang  sedikitpun. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam pengertian shalat juga sebagai doa, ketika  Muhammad di perintahkan sholat, maka ini artinya Allah Swt menjadikan  Muhammad Saw sebagai hamba yang memohon, berdoa dan Allah adalah  menjadikan dirinya sebagai yang dimintai permohonan.&nbsp; Karena Rasul adalah utusan dari Allah kepada  manusia atau perantara, dan doa juga sebagai perantara dari manusia  kepada Allah dalam bentuk permohonan, maka rasul menjadi titik temu  hubungan ini, yang berarti Rasul adalah doa itu sendiri &nbsp;yakni barzakh  &nbsp;atau pintu perantara antara manusia dengan Tuhan disinilah terletak  fungsi Sholawat. &nbsp;&nbsp; Dalam sholawat terkandung juga doa, pujian dan  cinta, karena shalawat adalah salah satu jalan menuju cinta kepada  Rasul, yang pada tingkat tertinggi menyebabkan seseorang lebur dalam  totalitas eksistensi atau Nur Muhammad.&nbsp; <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Shalawat suatu fungsi sebagai berkah dari Allah  untuk menghidupkan hati dan membersihkan hati agar terserap dalam Nur  Muhammad dan sekaligus sebagai kedamaian yang menenteramkan.&nbsp; Dengan  demikian shalawat menjadi pembuka pintu terkabulnya segala macam doa  seseorang &nbsp; Seperti di katakan dalam hadist : &nbsp;\u201c Doa tidak akan naik ke langit tanpa melewati sebuah pintu atau tirai \u201c.&nbsp; Jika doa di sertai shalawat kepadaku maka doa akan  bisa melewati tirai ( yakni membuka pintu ) itu dan masuklah doa itu ke  langit, dan jika tidak di sertai shalawat doa itu akan di kembalikan  kepada pemohonnya.\u201d &nbsp;&nbsp; Dengan senantiasa bersalawat maka kita akan dapat  mengendalikan ego buruk, melalui sholawat dan dzikrullah, dapat membunuh  nafsu amarah dan kemudian hati dan ruh kita akan menjadi tenang dan  damai, kedamaian masuk kedalam hatimu, inilah yang di sebut nafs  al-Mutmainna.&nbsp; Kemudian kedamaian itu mengisi hati kita dengan  perilaku yang sempurna, nafs al-Kamila, &nbsp;Ada 7 tingkatan dalam jiwa yang  akan membuka untuk semua 7 tingkat bagi ruh, untuk mengangkat jiwa kita  di hadirat illahi. Ini adalah semacam lataif, di mana ada berbagai  tingkatan yang berbeda.&nbsp; Pengetahuan ini akan terbuka untuk dapat  menaklukkan empat musuh diri kita sendiri dengan bersalawat.&nbsp; <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena  kita memiliki 4 musuh : Nafsu, Cinta Dunia, Hawwa dan Setan. Nafs adalah  ego kita, Dunia adalah cinta dunia, Hawwa adalah keinginan buruk dan  setan. keempat musuh-musuh itu dapat di hilangkan dari kita dengan  bersalawat, karena kita datang memohon bantuan Nabi Muhammad Saw. &nbsp;&nbsp; Shalawat yang di amalkan oleh Sufi dan terutama  dalam tarekat-tarekat amat banyak macamnya dan jumlahnya, sebagian dari  shalawat Sufi di peroleh dari ilham rabbani, atau kasyaf rabbani, atau  dari mimpi yang benar ( Ru\u2019ya As-Shadiqah ) di mana dalam kondisi itu  mereka bertemu atau bermimpi bertemu dengan Nabi dan di ajarkan lafaz  shalawat tertentu dan di suruh untuk menyebarkannya. &nbsp; <br> Karena itu susunan kata dalam shalawat Sufi  bervariasi dan sebagian besar mengandung kalimat yang indah, yang  mengandung misteri dari hakikat Muhammad, Nur Muhammad, atau misteri  fungsi kerasulan dan kenabian Muhammad pada umumnya. &nbsp; &nbsp; <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br> Semua sholawat mengalirkan berkah kepada pembacanya  sebab dengan shalawat seseorang akan terhubung dengan perbendaharaan  tersembunyi yang kandungannya tiada batasnya atau dengan kata lain,  dengan shalawat seseorang berarti akan memperoleh berkah kunci dari  perbendaharaan tersembunyi yang gaib sekaligus nyata yakni dalam wujud  Muhammad Saw. &nbsp; &nbsp;&nbsp; <br> Dalam tradisi Sufi di yakini bahwa bacaan shalawat  tertentu mempunyai fungsi dan faedah tertentu untuk mengeluarkan  kandungan perbendaharaan tersembunyi sesuai dengan kandungan misteri  yang ada dalam kalimat-kalimat bacaannya. &nbsp; &nbsp;&nbsp; <br> Menurut Arifbillah menegaskan : \u201d Sesungguhnya  membaca shalawat kepada Nabi Muhammad Saw itu bisa menerangi hati dan  mewushulkan kepada Tuhan Dzat yang maha mengetahui perkara gaib.\u201d &nbsp; &nbsp;&nbsp; <br> Proses kita menuju totalitas tersebut merupakan  upaya untuk menyerap semua nama dan sifat Tuhan secara sempurna dan  harmonis melalui perantaraan Rasul. Ini adalah salah satu aspek dari  fana fi-rasul. seorang Sufi yang telah mencapai taraf fana fi-Rasul,  atau menyatu dengan Nur Muhammad, maka ia akan merasakan kehadiran  Muhammad bahkan dalam keadaan terjaga dan bercakap-cakap dengannya. &nbsp; &nbsp; &nbsp; <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br> Tetapi tentu saja semua contoh di atas tidak bisa  di lihat dari perspektif umum atau lahiriah, sebab hal-hal ini berada  dalam konteks gaib dan rahasia ilahi yang hanya di pahami oleh  orang-orang yang memang di beri izin dan di beri hak untuk memahaminya,  biasanya di alami oleh para wali yang telah mencapai kedudukan  tertinggi. &nbsp;&nbsp; <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br> Sebagian para arifbillah berkata : &#8221; Sungguhnya  sholawat itu bisa mengantarkan pengamalnya untuk marifat kepada Allah,  meskipun tanpa guru spiritual ( mursyid ) \u201c . &nbsp; &nbsp; Karena guru dan sanadnya langsung melalui Nabi,  setiap sholawat yang di baca seseorang selalu di perlihatkan kepada  beliau dan beliau membalasnya dengan doa yang sama. Dan dengan  bersholawat pula kita memuji Nabi Muhammad, Hakikat Muhammad itu ialah  Nur Muhammad. Nur Muhammad. itu ialah hakikat alam. Nur Muhammad. atau  Hakikat Muhammad disebut juga Nur awal, artinya asal segala kejadian dan  akhir segala kenabian. Itulah sebabnya hakikat Muhammad itu di sebut  utusan, maka kalau hakikat Muhammad itu di sebut utusan Tuhan maka  carilah dan galilah sedalam-dalamnya hakikat hidup kita ini, supaya bisa  pulang kembali keasalnya,yaitu kembali kepada hidup yang sejati, yaitu  hidupnya Tuhan yang kekal dan abadi, dan azali dan tidak terkena  kehancuran. Itulah yang disebut Dzat yang maha besar yang  dikenal dengan sebutan : Haqqullah Ta\u2019ala Itulah tempat kembali, tempat  manusia Marifat, sebagai kesempurnaan kita yang sejati dan abadi.  Haqqullah itu adalah sebagai kenyataan kita yaitu untuk alam akhirat  nanti dan alam dunia ini. &nbsp; <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sholawat banyak memiliki kesamaan dan perbedaan  untuk memperoleh satu tujuan, yaitu mendapatkan keridhaan atau kemuliaan  dari Allah Swt dan syafaat dari Rasulullah Saw. Selain bersholawat  mengandung nilai ibadah, apabila di tinjau dari sisi ilmu batin,  mengandung berkah yang sangat luar biasa yang memiliki berkah dan  manfaat apabila si hamba mengetahui rahasia dari sholawat itu sendiri. Sholawat kepada Nabi banyak di ijazahkan oleh para  ahli agama, karena membacanya adalah ibadah, sholawat bukan hanya di  hafal dan di baca melainkan ada tata cara khusus yang sudah memiliki  rangkai dengan bait-bait tertentu, bacaan shalawat dan manfaatnya adalah  merupakan bentuk-bentuk ajaran dan tuntunan bacaan shalawat yang  bersumber dari ajaran Rasulullah saw, para Waliyullah, para Alim Ulama  terdahulu. Di dalam kitab-kitab tafsir Ulama Sufi, Sholawat  tidak menonjokan segi Ilmu Fikihnya melainkan dari segi Ilmu  Spiritualnya.&nbsp; Di Sholawat dalamnya tersimpan ribuan rahasia-rahasia  yang teramat agung, baik dalam kandungan arti, hikmah serta kegunaannya.  Sholawat harus di kaji dan di pahami, yang pada umumnya hanya sedikit  sekali umat muslim mengetahui. Dengan minimnya pengetahuan bagi umat muslim  mengenai akan rahasia-rahasia yang tersimpan dalamnya, hal ini di  karenakan minimnya rasa yakin atau karena sugesti bahwa Sholawat sudah  sering di baca sehingga menjadi terlalu mudah biasa dalam pikiran kita  sendiri, umumnya manusia berfikir begitu bahwa sesuatu yang mudah dan  biasa adalah mudah dan biasa pula rahasia serta manfaatnya. Kita pandang dari sudut lain, yakni dari segi  pragmatis maka kandungan Al-Qur\u2019an bukan hanya ilmu pengetahuan lahir  dan batin saja, tetapi juga mengandung aspek pragmatis untuk membantu  menghadapi hidup dan juga bisa melahirkan keajaiban dalam kehidupan  manusia. Sudah banyak orang yang ahli dalam pengetahuan  tentang ilmu rahasia, khasiat Sholawat bahkan sudah beratus-ratus atau  beribu-ribu pula tata cara dan jalan yang mereka tempuh dan yakini dalam  menguasai khasiat Sholawat. Dan tentunya sebagai seorang pengamal harus  menghormati akan perbedaan tata cara dan pengamalan tersebut, Sebab  hakikat dari ratusan bahkan ribuan perbedaan itu adalah sebagai penentu  bagi diri kita mana yang paling cocok, maka kita harus bersyukur adanya  perbedaan, karena perbedaan adalah rahmat Allah. Sebagian para Arifbillah dan Ahli Hikmah  berpendapat bahwa setiap surat, ayat atau setiap kata, huruf ada khasiat  atau keutamaan tertentu. Ilmu tentang rahasia khasiat atau keutamaan  juga termasuk dalam ilmu laduni. Yang menjadi pertanyaan &#8230; ?.  <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagaimana khasiat atau keutamaann bisa di realisasikan. Inilah yang di maksud dengan ilmu rahasia khasiat  dan keutamaan hanya bisa di ketahui melalui ilmu laduni. banyak tokoh  Wali Allah yang di karuniai pengetahuan tentang cara-cara ilmu dan  pengamalan agar bisa terealisasikan, sebagian dari pengetahuan itu telah  banyak di tulis dalam berbagai kitab. Dari: Berbagai Sumber. <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sholawat adalah bentuk jamak dari kata &#8220;Salla&#8221; atau &#8220;Salat&#8221; yang dapat diartikan sebagai suatu Do&#8217;a, Keberkahan, Kemuliaan, Kesejahteraan, dan Ibadah.&nbsp; Dan arti shalawat dapat dilihat dari segi Asbabul nuzulnya dan sholawat dibagi menjadi dua bagian yaitu : Sholawat Matsuroh dan Sholawat Ghairo Matsuroh. Pertama : Sholawat Matsuroh Sholawat yang diriwayatkan langsung oleh Nabi Muhammad Saw. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1005,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-1004","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hikmah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/campsholawat.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1004","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/campsholawat.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/campsholawat.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/campsholawat.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/campsholawat.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1004"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/campsholawat.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1004\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1016,"href":"https:\/\/campsholawat.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1004\/revisions\/1016"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/campsholawat.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1005"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/campsholawat.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1004"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/campsholawat.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1004"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/campsholawat.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1004"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}