{"id":932,"date":"2020-02-07T09:49:51","date_gmt":"2020-02-07T09:49:51","guid":{"rendered":"http:\/\/campsholawat.com\/?page_id=932"},"modified":"2020-02-10T13:52:19","modified_gmt":"2020-02-10T13:52:19","slug":"shalawat-paling-ringkas-shallallahu-ala-muhammad-saw","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/campsholawat.com\/artikel\/shalawat-paling-ringkas-shallallahu-ala-muhammad-saw\/","title":{"rendered":"Shalawat Paling Ringkas: Shallallahu \u2018ala Muhammad (saw)"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Saya menyukai shalawat ini karena ringkas. Bisa diamalkan dengan cepat, mudah, di manapun, dan kapanpun, dengan banyak kali.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter\"><a href=\"http:\/\/orgawam.files.wordpress.com\/2011\/05\/shalallahualamuhammad.jpg\"><img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/orgawam.files.wordpress.com\/2011\/05\/shalallahualamuhammad.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2844\"\/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p>\u201d Semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada Muhammad.\u201d<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Imam asy-Sya\u2019roni berkata: \u201cRasulullah saw pernah bersabda: \nBarangsiapa membaca shalawat ini, maka ia telah membuka tujuhpuluh pintu\n rahmat untuk dirinya dan Allah akan menitipkan cintaNya pada hati \nmanusia sehingga mereka tidak akan marah kepadanya, kecuali orang yang \nmenyimpan kemunafikan di dalam hatinya.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Guru kami yaitu \u2018Aliya al-Khawash berkata: \u201cHadis ini, beserta hadis \nsebelumnya, yaitu sabda Nabi saw: Paling dekatnya salah seorang kamu \nkepadaku adalah pada saat ia mengingatku dan membacakan shalawat \nuntukku, , kami riwayatkan dari sebagian ahli ma\u2019rifat, dari al-Khidhr \nas, dari Rasulullah saw. Dua hadis ini menurut kami berkualitas shahih \ndengan derajat keshahihan tertinggi, meskipun para ahli hadis tidak \nberani menetapkan kesahehannya karena rumitnya istilah yang mereka \npergunakan, wallahu a\u2019lam,<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Adapun yang menguatkan pendapat ini adalah sebuah hadis yang dikutip \noleh as-Sakhawi dari Majd al-Din al-Fairuz Abadi, penulis kamus \nterkenal, dengan menyandarkan sanad kepada Imam as-Samarqandi. Ia \nberkata: \u201cSaya mendengar Qidhr dan Nabi Ilyas as berkata: Kami mendengar\n Rasulullah saw bersabda: Tidak seorang pun yang membaca: Shallallahu \n\u2018ala Muhammad (Semoga Allah memberikan rahmatNya kepada Muhammad), \nkecuali bahwa manusia akan mencintainya walaupun sebenarnya mereka \nmembencinya. Demi Allah, mereka tidak akan mencintainya kecuali setelah \nAllah\u2019azza wa jalla mencintai dia.\u201d Dan kami pernah mendengar Rasulullah\n bersabda dari atas mimbar: \u201d Barangsiapa membaca shqlawat ini makn ia \ntelah membuka tujuhpuluh pintu rahmat untuk dirinya.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Al-Hafidz as-Sakhawi juga menukil sebuah hadis dengan sanad tersebut \nbahwa Imam as-Samarqandi mendengar Khidhr dan nabi Ilyas as berkata: \n\u201cAdalah pada bani Israil seorang nabi yang bernama Samuel. Dia \ndikaruniai kekuatan untuk mengalahkan musuh. Pada suatuhari ia \npergiberangkat untuk menghancurkan musuh agamanya. Mereka (musuh-musuh- \nnya) berkata: \u201cOrang ini adalah seorang penyihir; ia datang untuk \nmengelabui mata kita dan menceraiberaikan pasukan kita, maka hendaklah \nkita mengajaknya ke tepi pantai, lalu kita menghancurkannya.\u201dMaka \nberangkatlah ia bersama empat puluh orang pasukan memenuhi tantangan \nmereka untuk bertempur di tepi pantai. Teman-temannya berkata: \u201d \nApayangakan kita perbuat?\u201d \u201cMajulah, dan bacalah: Shallallahu \u2018ala \nMuhamntad!\u201d kataSamuel. Mereka pun menuruti nasehat- nya; maju dengan \nmembaca shalawat. Keadaan menjadi berbalik sama-sekali; merekalah yang \nterdesak ke laut dan tenggelam ditelan ombak, semuanya tewas, tidak ada \nyang tersisa.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">As-Sakhawi juga meriwayatkan bahwa suatu hari, berangkatlah seorang  laki-laki dari Syiria menuju Nabi saw Ia berkata: \u201cAyahku sudah renta,  tapi ia ingin sekali melihat wajahmu.\u201d \u201cBawalah ia kepadaku.\u201d Sabda  Nabi. \u201cTapi ia tidak bisa melihat. \u201d Ia mengemukakan alasan.\u201d Katakan  kepadanya, bacalah: \u201cShallallahu\u2019ala Muhammad dalam tujuh malam, maka  in akan bisa melihatku dalam mimpi, sehingga kamu bisa meriwayatkan hadis  dari aku.\u201d Ia pun kemudian melaksanakannya dan melihat Nabi saw dalam  tidurnya, dan hadis ini diriwayatkan olehnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">.<br>\nSemoga manfaat. &nbsp;wallahu a\u2019lam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber: Sumber: Afdhal as-Shalawat \u2018ala Sayyid as-Sadat, oleh Yusuf \nibn Ismail an-Nabhani, versi terjemah: Bershalawat untu Mendapat \nKeberkahan Hidup, Muzammal Noer, Mitra Pustaka, Yogyakarta, 2003.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saya menyukai shalawat ini karena ringkas. Bisa diamalkan dengan cepat, mudah, di manapun, dan kapanpun, dengan banyak kali. . \u201d Semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada Muhammad.\u201d Imam asy-Sya\u2019roni berkata: \u201cRasulullah saw pernah bersabda: Barangsiapa membaca shalawat ini, maka ia telah membuka tujuhpuluh pintu rahmat untuk dirinya dan Allah akan menitipkan cintaNya pada hati manusia sehingga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"class_list":["post-932","page","type-page","status-publish","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/campsholawat.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/932","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/campsholawat.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/campsholawat.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/campsholawat.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/campsholawat.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=932"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/campsholawat.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/932\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":942,"href":"https:\/\/campsholawat.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/932\/revisions\/942"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/campsholawat.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=932"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}